Daily Blog

Rumah Nyaman Untuk Ibunda Tanpa Sekat, Lebih Nyaman

Rumah Nyaman Untuk Ibunda Tanpa Sekat, Lebih Nyaman

Salah satu kebutuhan Suli Enie adalah agar huniannya ini terkesan lega, dan bisa digunakan untuk acara-acara tertentu—mulai dari acara kumpul keluarga, hingga acara pengajian setempat. Oleh karena itu, area tengah ini dirancang tanpa memiliki sekat. Memang, area tengah memiliki tingkat kepadatan aktivitas tertinggi di dalam rumah, karena sering menjadi area berkumpul bagi seluruh keluarga serta kerabat dekat. Terlebih lagi, Yoni hanya menaruh furnitur-furnitur dengan jumlah secukupnya dalam rumah ini. Tak hanya memberi kemudahan untuk memindah-mindahkan barang, ruangan pun tampak lebih lapang dan tidak penuh custom set furniture kamar tidur. Selain area tengah tanpa sekat, untuk memfasilitasi acara pertemuan keluarga dalam rumah itu, Yoni membuat area hijau di halaman belakang dan samping bangunan utama ini.

Bahkan, tepat di depan pintu belakang, dinding pembatasnya pun dihiasi rumput nan rimbun. Area hijau tersebut menjadi penghubung antara bangunan utama dan bangunan paviliun. tak hanya ruang tanpa sekat, rumah ini dirancang dengan plafon tinggi, sehingga udara segar dapat masuk ke dalam rumah. Simpel dan Mengikuti Perkembangan Zaman Jika biasanya rumah-rumah bagi orang lanjut usia dirancang dengan nuansa warna “tua”, Yoni tak menerapkan hal serupa pada rumah ibundanya tersebut. Justru, warna yang ia terapkan adalah nuansa warna ringan, yang didominasi oleh 4 warna putih, abu-abu muda, cokelat muda (pada kayu), dan warna biru toska sebagai aksen penyegar dan pemanis.

Bentuk-bentuk furnitur di rumah ini cenderung simpel dan mengikuti perkembangan zaman. Selain furnitur lama yang diterapkan dalam rumah ini, sofa-sofa baru yang digunakan menyerupai bentuk-bentuk furnitur bergaya scandinavian, dengan kaki meja kayu yang terekspos dan pelapis cushion polos. Furnitur-furnitur ini terasa senada dengan konsep arsitektur rumah yang tampak segar, relaks, riang, dan hampir menyerupai konsep resort. Bagi Yoni, yang terpenting adalah membuat sebuah hunian nyaman bagi Suli Enie, sang ibunda tercinta. Kenyamanan ini memang tak hanya terlihat secara visual, tetapi memenuhi persyaratan ergonomis seisi keluarga Soepeno. Karena, rumah yang baik adalah rumah yang dapat menyehatkan penghuninya, baik secara jasmani ataupun rohani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *