Daily Blog

Bagaimana Cara Melatih Anak Mandiri?

Bagaimana Cara Melatih Anak Mandiri?

Sikap berdikari ialah poin penting dipunyai tiap orang. Supaya terlatih berdikari, sikap ini perlu dilatih dan dididik semenjak periode kanak-kanak seperti dalam artikel tips dalam menabung untuk anak. Jika tidak, karena itu anak bisa jadi terus tergantung ke orang tua atau orang disekelilingnya dan susah menyesuaikan dengan lingkungan saat dewasa.

Tiap orangtua pasti ingin mempunyai anak yang berdikari. Bakal ada kebanggaan tertentu jika anak dapat lakukan beberapa hal simpel dan tidak selamanya tergantung ke orang tua.

Tidak cuma untuk kebanggaan orangtua semata-mata, karakter berdikari sebagai perbekalan penting untuk anak nantinya saat dia telah dewasa dan harus hadapi dunia dengan rintangan yang lebih berat dibanding periode kanak-kanak.

Strategi Pintar Mendidik Anak supaya Berdikari
Latih sikap berdikari pada anak dapat diaplikasikan dari beberapa hal kecil yang umum dia kerjakan. Segala hal yang Anda sampaikan akan mempengaruhi kekuatan anak dalam berlaku, terhitung tumbuhkan sikap berdikari pada dianya. Tetapi, triknya harus disamakan dengan umur, tumbuh berkembang, dan kekuatan Sang Kecil.

Ada cara-cara yang dapat dilaksanakan untuk latih kemandirian anak, yakni:

  1. Mulai dengan memberikan pekerjaan kecil
    Langkah latih anak supaya berdikari dapat diawali dari memberikan pekerjaan kecil, seperti mengikutsertakan anak untuk kerjakan tugas rumah. Beri dia pekerjaan yang enteng tapi berguna, seperti berani tidur sendiri, membenahi tempat tidur, bersihkan mainan, melipat baju, sapu, atau jaga adik.

Aktivitas kecil semacam ini dapat mengajari anak untuk bertanggungjawab, tingkatkan rasa optimis, dan tentu saja membuat watak berdikari pada dianya.

  1. Diamkan anak tentukan opsinya sendiri
    Anak yang berdikari ialah anak yang tidak begitu tergantung ke orang lain untuk masalah yang dapat dia tuntaskan sendiri. Karenanya, Anda perlu melatih Sang Kecil untuk ambil ketetapannya dan tidak begitu memaksa kemauan Anda kepadanya.

Sebagai tukarnya, Anda dapat memberikan saran berkenaan keputusan yang bakal diputuskan Sang Kecil secara mendidik. Berikan keterangan dari segi positif dan negatif jika dia akan lakukan satu hal.

Bila opsi yang dibikin Sang Kecil salah, berikan keterangan yang gampang dipahami supaya dia nantinya dapat ambil opsi yang lebih bagus. Langkah ini sebagai salah satunya wujud parenting yang bagus untuk Sang Kecil.

  1. Tidak boleh selalu menolong
    Makin besar umur anak, tentu saja dia akan berminat untuk lakukan beberapa hal, seperti mengikat tali sepatu, mengunci baju, ambil makanannya sendiri, atau belajar mengolah. Ini dapat Anda gunakan untuk latih Sang Kecil supaya lebih berdikari.

Saat dia alami kesusahan, seharusnya janganlah lekas memberinya kontribusi. Diamkan Sang Kecil usaha lebih dulu dan berilah support supaya dia tidak gampang berserah. Bantu Sang Kecil sampai dia dapat beraktivitas itu seorang diri serta lebih berdikari melakukan di masa datang.

  1. Beri lingkungan yang ramah anak
    Saat Sang Kecil pada proses belajar jadi anak yang berdikari, Anda perlu pastikan lingkungan rumah aman dan ramah untuknya. Misalkan, saat dia belajar untuk mandi sendiri, yakinkan lantai kamar mandi pada kondisi yang bersih dan kesat.

Saat Sang Kecil belajar untuk membersihkan piring atau mengolah sendiri, beri dia gelas dan piring plastik atau tentukan aktivitas mengolah yang tidak begitu beresiko, seperti pilih dan membersihkan sayur dan buah-buahan.

  1. Menghargai tiap upayanya
    Saat Sang Kecil lakukan satu hal yang bagus dan sanggup tumbuhkan sikap kemandiriannya dikit demi sedikit, yakinkan Anda dan keluarga selalu memberinya sanjungan.

Walau kelihatan remeh, tapi memuji atas semua usaha yang anak kerjakan bisa tingkatkan semangatnya untuk maju terus dan ingin meningkatkan sikap mandirinya.

Latih sikap berdikari pada anak tidak dapat dilaksanakan secara instant. Butuh waktu untuk mereka untuk pahami dan mengaplikasikan hal itu. Yang terpenting ialah orangtua harus jadi contoh yang bagus agar anak bisa ketahui bagaimana harus berlaku dan berperangai.

Bila perlu, Ayah dan Bunda dapat cari langkah khusus yang pas dengan watak dan karakter Sang Kecil dengan konsultasi ke psikiater.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *